Pola Kalimat

 

KB = Kata Benda
KK = Kata Kerja

  • KB1 wa KB2 desu / dewa arimasen

    KB1 wa KB2 desu / dewa arimasen

    a)Partikel Wa

    Partikel wa menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah pokok dari kalimat. Kamu memilih kata benda yang ingin kamu ungkapkan, tambahkan wa untuk menunjukkan sebuah inti kalimat serta memberi pernyataan sebuah topik

    Watashi wa Rolf Schmidt desu.
    Saya adalah Rolf Schmidt.

    b)Desu

    Kata benda yang menggunakan desu dianggap sebagai predikat.
    desu menunjukkan penilaian atau penegasan.
    desu juga menyampaikan bahwa pembicara bersikap sopan terhadap pendengarnya.
    desu mengubah saat kalimat itu negatif atau dalam bentuk lampau.

    c)Dewa arimasen

    Dewa arimasen adalah bentuk negatif dari desu.

    Watashi wa Jack Schmidt dewa arimasen.
    Saya bukanlah Jack Schmidt.

  • KB1 no KB2

    No digunakan untuk menghubungkan dua kata benda. KB1 merubah KB2. Dalam pelajaran ini bearti KB1 mengatur atau kadang termasuk kepunyaan KB2.

    Kaigai-maaketingu-bu no Sato Kanako desu. 
    Saya Sato Kanako dari Divisi Marketing Global.

  • -san

    –san ditambahan di akhir nama pada nama lawan bicara atau orang ketiga dari pembicara untuk menunjukkan kesopanan. Dan jangan pernah digunakan oleh si pembicara untuk namanya sendiri.

    Ano kata wa Kim Miyoung-san desu.
    Dia adalah Nona/Nyonya/Ibu Kim Miyoung.

    Saat berhubungan dengan lawan pembicara, kata anata (kamu) adalah tidaklah umum jika kamu telah mengetahui namanya. Kamu dapat menambahkan akhiran -san pada nama keluarganya.

  • KB1 wa KB2 desu ka

    a)Partikel ka

    Partikel ka digunakan untuk menyampaikan kegelisahan, pertanyaan, ketidakpastian dari si pembicara. Pertanyaan dibentuk dengan menambahkan ka pada setiap akhir kalimat. Sebuah pertanyaan diakhiri dengan meningkatnya intonasi suara.

    b)Menanyakan apakah kalimat tersebut benar atau salah

    Seperti contoh di atas, kalimat dapat berubah menjadi pertanyaan ketika ka ditambahkan pada akhir. Jadi pertanyaan dibuat ketika sebuah kalimat itu benar atau salah. Tergantung apakah Anda setuju atau tidak dengan kalimat itu, untuk menjawabnya pertanyaan tersebut cukup dengan hai (ya) atau iie (tidak).

    Futjitsu no shain desu ka.
    Apakah dia pegawai Fujitsu?

    ……Hai, soo desu.
    Yah, benar.

    ……iie, soo dewa arimasen.
    Bukan, dia bukan pegawai Fujitsu.

    c)Pertanyaan Dengan Kata Tanya

    Sebuah kata tanya menggantikan bagian dari kalimat yang mencakup apa yang ingin Anda tanyakan. Urutan kata tidak mengubahnya, dan kata ka ditambahkan di setiap akhir kata tanya. 

    Ano kata wa donata desu ka.
    Siapakah dia?

    Ano kata wa Kim Miyoung-san desu.
    Dia adalah Nona/Nyonya/Ibu Kim Miyoung.

  • KB + mo

    mo ditambahkan setelah sebuah topik dalam kalimat daripada menggunakan wa, digunakan ketika membalas dengan kalimat itu juga.

  • Kata Ganti Tunjuk Untuk Beragam Hal 

    a)Kore - Sore - Are

    Kore    = menunjukkan sesuatu kepemilikan atau mendekati pembicara daripada pendengar (di sini).

    Sore    = menunjukkan sesuatu kepemilikan atau mendekati pendengar daripada pembicara (di situ).

    Are      = menunjukkan kepemilikan yang tidak dimiliki oleh pembicara ke pendengar atau sesuatu yang terpisah dari pembicara dan pendengar (di sana).

    b)Kono - Sono - Ano

    Kore, Sore, Are akan berubah menjadi Kono, Sono, Ano saat diikuti oleh kata benda.

    Kore   = Kono

    Sore   = Sono

    Are     = Ano

    Kono sumaato-fon
    Ini adalah smartphone

  • Kata Sifat

    a)Dalam bahasa Jepang, ada dua macam kata sifat:

    1. Kata sifat berakhiran-i
    2. Kata sifat berakhiran-na

    b)Kata sifat berakhiran-i disebut demikian karena semuanya berakhir dengan -i (mengikuti a, i, u dan o) dengan kata baku (bentuk kamus).

    Takai (tinggi), Atarashii (baru), Akarui (terang), Shiroi (putih)

    Kata sifat berakhiran-i dapat digunakan sebagai predikat kalimat, atau bisa memodifikasi kata benda saat terjadi sebelum kata benda dalam sebuah kalimat.

    Kore wa atarashii sumaato-fon desu. (modifikasi)
    Ini adalah Smartphone baru.

    Kono sumaato-fon wa atarashii desu. (predikat)
    Smartphone ini baru.

    c)Kata sifat akhiran-na juga digunakan sebagai predikat atau pengubah.

    Suteki-na (bagus), Kantan-na (mudah)

    Kata sifat berakhiran-na terlihat seperti kata benda biasa bila digunakan sebagai predikat kalimat, tapi mereka mengambil bentuk ... -na ketika digunakan sebagai pengubah kata benda berikut.

    Kore wa suteki-na dezain desu.  
    Ini desain yang bagus

    Kore wa suteki desu. 
    Ini bagus.

  • Bentuk Kata Negatif

    a)Kata Sifat "i"

    Bentuk negatif dari kata sifat berakhiran-i adalah dengan cara mengganti akhiran-i menjadi ku-nai.

    Ano kaban wa shiroi desu
    Tas itu berwarna putih

    Ano kamban wa shirokunai
    Tas itu bukan berwarna putih

    Ano kamban wa shirokunai desu
    Tas itu bukan berwarna putih

    b)Kata Sifat "na"

    Mengubah kata sifat ’na’ menjadi bentuk negatif adalah dengan cara mengganti
    akhiran ’na’ menjadi ’dewa arimasen’. (seperti bentuk negatif biasa).

    Ano hana wa kireina desu.
    Bunga itu indah sekali

    Ano hana wa kirei dewa arimasen.
    Bunga itu tidak indah

  • Kata Ganti Tunjuk & Kata Sifat

    *KB = Kata Benda

    Kata Tunjuk Benda

    kore
    sore
    are

     dore
    yang mana?
     Kata Tunjuk Sifatkono+KB
    sono+KB
    ano+KB

    dono+KB
    yang mana+KB 

     Kata Ganti Tempat koko
    soko
    asoko

    doko
    dimana 

    Kata Ganti Arah, Sisi, Tempat

    kochira
    sochira
    achira

    dochira
    dimana/arah mana?


     

    kore
    soko
    are
  • KB1  kara  KB2  made (dari....sampai....)

    a)Tempat....Tempat....

    Kara.......made, artinya dari satu tempat ke tempat lainnya. 

    Koko kara Shinagawa-eki made nan-pun gurai desu ka.
    Berapa lama waktu yang dibutuhkan dari sini ke Stasiun Shinagawa?

    b)Waktu.....Jam

    Kara.......made, artinya dari satu waktu ke waktu lainnya.

    ku-ji kara juu-ichi-ji made
    dari jam 9 ke jam 11

    asa kara ban made
    dari pagi sampai malam

  • Waktu

    Untuk menyatakan waktu, gunakan satuan bilangan ji (jam) dan fun/pun (menit). Untuk lebih lengkap ada di menu Kata & Ungkapan.

  • Ikura (Berapa?)

    Ikura adalah kata tanya yang digunakan untuk menanyakan harga atau kuantitas sesuatu.

    Kore wa ikura desu ka.
    Berapa ini?

  • 5.Kata Kerja Bentuk -masu

    Dalam semua kalimat, akhiran kata kerja diakhiri dengan masu untuk kesopanan.

    • ikimasu       (Pergi)
    • tsukimasu   (Tiba)
    • kaerimasu   (Kembali)
  • Perubahan kata kerja bentuk –masu

     Bukan lampau (sekarang dan / atau masa depan)Lampau
    AfirmatifIki
    masu
    Iki
    mashita
    NegatifIki
    masen
    Iki
    masendeshita

    Bentuk lampau digunakan untuk merujuk pada tindakan dan keadaan saat ini dan masa depan. Orang Jepang tidak membedakan antara keduanya secara gramatikal.

    Watashi wa mainichi hatarakimasu.
    Saya bekerja setiap hari.  

    Watashi wa ashita hatarakimasu.
    Saya akan bekerja besok

  • Kata Benda (Tempat) + e  Ke (datang / pergi / pulang) (tempat)

    tempat....ke....tempat

    Partikel e menandai kata benda yang menunjukkan arah, dan digunakan dengan kata kerja yang memiliki makna arah seperti ikimasu, kimasu, kaerimasu.

    Kobe e ikimasu.
    Saya akan pergi ke Kobe.

  • Kata Benda (Kendaraan) + de  Dengan (pesawat, kereta api, dan lainnya)

    Partikel de lalu diikuti dengan kata benda untuk menunjukkan sarana transportasi.

    Hikooki de ikimasu.
    Saya akan pergi dengan pesawat.

  • Kata Benda (Waktu) + ni  Pada (waktu)

    Inti waktu ketika sebuah tindakan terjadi ditunjukkan dengan meletakkan partikel ni setelah kata benda yang menunjukkan waktu, tapi hanya bila waktu dinyatakan menggunakan angka.

    Hachi-ji yon-jup-pun ni tsukimasu.
    Kita akan tiba pada jam 8:40.

  • ~ Wa Doo Deshita Ka  Bagaimana Anda menemukannya?

    Doo adalah kata tanya yang digunakan untuk menanyakan kesan atau keadaan seseorang atau benda.

  • Perubahan  bentuk kata desu dengan kata benda atau kata sifat berakhiran –na

    *KB = Kata Benda
    *Na = kata sifat berakhiran -na

     Sekarang/Masa DepanLampau
    AfirmatifKB/Na + desu
    suteki desu
    KB/Na + deshita
    suteki deshita
    NegatifKB/Na + dewa arimasen
    suteki dewa arimasen
    N/Na + dewa arimasen deshita
    suteki dewa arimasen deshita

    Bentuk lampau desu digunakan untuk masa kini dan masa depan, seperti bentuk yang tidak lampau –masu. Ingat bahwa perbedaan masa kini-masa depan tidak ditunjukkan oleh perubahan bentuk kata kerja dalam bahasa Jepang. 

    Kyoo wa getsu-yoobi desu. Kyoo wa getsu-yoobi desu.
    Hari ini hari Senin.

    Ashita wa ka-yoobi desu. Ashita wa ka-yoobi desu.
    Kemarin adalah hari Selasa.

  • Perubahan kata sifat berakhiran -i

    AfirmatifNegatif
    Sekarang/Masa Depan
    akar-kata + desu
    atarashii desu
    akar-kata + kunai
    atarashikunai desu 
    Lampau
    akar-kata + katta desu
    atarashikatta desu
    akar-kata + kunakatta
    atarashikunakatta desu
  • KB1(orang) + wa + KB2(tempat) ni imasu       KB1 ada di KB2

    Kata kerja imasu  digunakan untuk mengekspresikan eksistensi.

    Dalam pola kalimat ini, pembicara mengangkat seseorang sebagai topik, dan menjelaskan di mana dia berada.Topiknya harus menjadi seseorang yang bisa diketahui oleh pembicara dan pendengar. Partikel yang dilekatkan pada KB1 bukan ga (が), yang menandai subjek, tapi wa (は), yang menandai topiknya.

    Hasegawa-buchoo wa irasshaimasu ka.
    Apakah Manajer Utama Hasegawa ada?

  • Kata Penghormatan

    Adagozaimasu
    rendah

    desu
    netral

    irasshaimasu
    sopan
    Datangmairimasu
    rendah

    kimasu (kuru)
    netral

    irasshaimasu
    sopan
    Pergimairimasu
    rendah

    ikimasu (kuru)
    netral

    irasshaimasu
    sopan
    Kehadiranorimasu
    rendah

    imasu (kuru)
    netral

    irasshaimasu
    sopan
    Katakanmooshimasu
    rendah

    iimasu (iru)
    netral

    osshaimasu
    sopan
    Siapa-
    rendah

    dare
    netral

    donata
    sopan
    Orang itu-
    rendah

    ano hito
    netral

    ano kata
    sopan
    Sehat-
    rendah

    genki
    netral

    ogenki
    sopan
    Nama-
    rendah

    namae
    netral

    onamae
    sopan
  • KB + o + KK(transitif) merupakan objek langsung dari kata kerja transitif

    O digunakan untuk menunjukkan objek langsung dari kata kerja transitif (kata kerja yang memerlukan satu atau lebih objek, tanpa objek kata kerja tersebut tidak menyampaikan makna yang jelas)

    Niku o tabemasu.  
    Saya makan daging.

    *o (を) dan o (お) diucapkan sama. Yang pertama digunakan hanya dalam menulis partikel.

  • KB + ga arimasu  Ada

    Pola kalimat ini digunakan untuk menunjukkan keberadaan atau keberadaan benda. Benda dalam kalimat seperti itu diperlakukan sebagai subjek dan ditandai dengan partikel  ga arimasu digunakan saat apa yang ada tidak bernyawa atau tidak bergerak dengan sendirinya. Hal-hal, tanaman dan tempat termasuk dalam kategori ini.

    Konpyuuta ga arimasu.              
    Ada sebuah komputer.

    Sakura ga arimasu.
    Ada pohon sakura.

  • Ukuran (Angka lalu diikuti satuan bilangan)

    Mereka biasanya diletakkan di depan kata kerja yang telah diubah. Namun, hal ini tidak selalu terjadi dengan lamanya waktu. Untuk lebih lengkapnya silahkan ke menu Kata & Ungkapan -> Satuan Bilangan.

    Tare ga futatsu arimasu.
    Ada dua di sana.

    Menghitung:

    hitotsu (1), futatsu (2), too (dan seterusnya)

    Ini adalah sistem biasa untuk menghitung sesuatu. Angka sebelas dan selanjutnya dihitung dengan menggunakan angka itu sendiri.

  • KB + ni shimasu    Saya memilih....

    Ekspresi ini menunjukkan atas pilihan seseorang.

    Dezaato wa nani ni shimasu ka.
    Apa yang anda inginkan untuk pencuci mulut?

    Shaabetto ni shimasu.
    Saya memilih sherbet (minuman segar dari sari buah)

  • Kata Kerja Bentuk -masu / Kata Benda + ni ikimasu     Pergi ke....

    Tujuan ikimasu diungkapkan dengan menggunakan pola ini.Tujuannya ditandai dengan partikel ni. Kata benda yang digunakan sebelum ni adalah untuk menunjukkan sebuah tindakan.

    Tenpura o tabe ni ikimasu.
    Saya pergi untuk makan tempura.

  • KK + Mashoo      Mari

    Ungkapan ini digunakan saat pembicara secara positif mengundang pendengar untuk melakukan sesuatu dengan pembicara. Hal ini juga digunakan saat menanggapi undangan secara positif.

    Kono tsugi wa tenpura o tabe ni ikimashoo.
    Ayo kita makan tempura lain kali.

  • O~  awalan untuk menunjukkan rasa hormat

    O dilekatkan pada kata-kata yang terhubung dengan pendengar atau orang yang disebut untuk menunjukkan rasa hormat seperti pada  onamae (nama).

    O juga melekat pada berbagai kata lain saat pembicara berbicara dengan sopan ohisashiburi (lama tak jumpa), ogenki (baik).

    Ada beberapa kata yang biasanya digunakan dengan o tanpa arti hormat atau kesopanan ocha (teh),  okane (uang).

  • Moo + KK + mashita   Saya sudah

    moo berarti 'sudah' dan digunakan dengan KK + mashita . Dalam kasus ini, KK + mashita yang bearti kegiatan telah terlaksana. Jawaban atas pertanyaan 'moo + KK + mashita ka' adalah 'hai, moo + KK +  mashita' atau 'iie, mada desu.'

    Moo hiru-gohan o tabemashita ka.
    Apakah kamu sudah makan siang?

    ....Hai, moo tabemashita.
    ....Ya, saya sudah.

    ....iie, mada desu.
    ....Tidak, belum

  • KK + masen ka   Akankah?

    Bila Anda ingin mengundang seseorang untuk melakukan sesuatu, gunakanlah ungkapan ini.

    Issho ni Kobe e ikimasen ka.
    Tidakkah kamu akan datang ke Kobe bersama kita?

    ....ee, ih desu na.
    ....Itu ide bagus.

  • KB + ga suki desu  Saya suka....

    Kata sifat seperti 'suki desu', 'kirai desu' dan 'joozu desu' membutuhkan objek, dan ini ditandai dengan ga. Kata sifat yang objeknya ditandai dengan ga adalah jenis yang menggambarkan preferensi, kemampuan dan sejenisnya.

    Watashi wa Nihon-ryoori ga suki desu.
    Saya suka makanan Jepang

  • KB + ga hoshii desu   Saya ingin....

    Pola kalimat ini digunakan untuk mengekspresikan keinginan pembicara untuk memiliki atau memiliki sesuatu. Ini juga bisa digunakan untuk menanyakan apa yang diinginkan pendengar. Objek ditandai dengan partikel ga. Hoshii adalah kata sifat berakhiran -i.

    Watashi wa sore ga hoshii desu.
    Aku menginginkan yang itu.

  • Kata kerja bentuk -masu + tai desu  Saya ingin + Kata Kerja

    a)Kata kerja bentuk –masu

    Bentuk kata kerja bila digunakan dengan masu dipanggil oleh kata kerja bentuk -masu. Dalam kata iki-masu, iki adalah kata kerja bentuk –masu.

    b)Kata Kerja Bentuk –masu + tai desu

    Ini mengungkapkan keinginan pembicara untuk melakukan sesuatu. Hal ini juga digunakan untuk menanyakan apa yang pendengar ingin lakukan.

    Watashi wa Kyoto e ikitai desu.
    Saya ingin pergi ke Kyoto

    Nani o tabetai desu ka.
    Apa yang ingin kamu makan?
    Watashi wa tenpura o tabetai desu.
    Saya ingin makan tempura.

  • Perubahan Bentuk Kata Kerja

    Kata kerja dalam bahasa Jepang mengubah bentuknya, perubahan bentuk kata kerja dibagi menjadi tiga kelompok menurut jenisnya. Bergantung pada frasa yang digunakan, Anda bisa membuat kalimat dengan berbagai makna.

  • Golongan Kata Kerja

    a)Grup Kata Kerja I (Kata Kerja Konsonan)

    Kelompok ini disebut kata kerja konsonan karena akar-kata diakhiri dengan konsonan. Konsonan berarti bunyi bahasa yang dapat berada pada tepi suku kata dan tidak sebagai inti suku kata.

    • kak-u, kak-i-masu (menulis)
    • yom-u, yom-i-masu (membaca)

    b)Grup Kata Kerja II (Kata Kerja Vokal)

    Kelompok ini disebut kata kerja vokal karena akar-kata berakhir dengan vokal.Dalam kebanyakan kata kerja kelompok ini, suara terakhir dari bentuk masu adalah huruf e namun dalam beberapa kata kerja, bentuk terakhir dari bentuk masu adalah bentuk dari  i.

    • tabe-ru, tabe-masu (makan)
    • mi-ru, mi-masu (melihat)

    c)Grup Kata Kerja III (Kata Kerja Tak Beraturan)

    Kelompok ini adalah kata kerja kata kerja yang berubah bentuk dan tak beraturan.Hanya dua kata kerja yang termasuk dalam kelompok ini. Mereka adalah:

    • kuru, kimasu (datang)
    • suru, shimasu (lakukan)

    Namun, ada juga beberapa kata benda tindakan yang berubah menjadi kata kerja dengan memiliki  suru, shimasu tergabung pada mereka.

    Contoh:

    • benkyoo (belajar) Kata Benda
    • benkyoo-shimasu (untuk belajar) Kata Kerja
  • Kata Kerja Bentuk –te

    Bentuk kata kerja yang diakhiri dengan te atau de disebut kata kerja bentuk -te.

    Untuk mengetahui perubahan bentuk kata kerja silahkan ke menu Tata Bahasa lalu pada tab Perubahan Bentuk.

  • Kata Kerja Bentuk -te te kudasai   Mohon

    Bentuk kata kerja yang diakhiri dengan te atau de disebut dengan bentuk kata kerja akhiran -te. Untuk lebih lengkap tentang perubahan bentuk kata kerja lihatlah pada menu Tata Bahasa lalu pada tab Perubahan Bentuk.

    Pola kalimat ini digunakan untuk bertanya, menginstruksikan atau mendorong pendengar untuk melakukan sesuatu.Tentu, jika pendengarnya seperti atasan, ekspresi ini tidak bisa digunakan untuk memberi instruksi kepadanya.

  • Kata Kerja Bentuk –te, te imasu  tindakan kebiasaan / tindakan sedang berlangsung

    Ungkapan ini digunakan saat menggambarkan tindakan kebiasaan, yaitu saat tindakan yang sama berulang kali dilakukan selama periode waktu tertentu.

    Fujitsu wa Kawasaki Frontale o ooen-shite imasu.
    Fujitsu mendukung Kawasaki Frontale.

     

    Fujitsu wa sumaato-fon o tsukutte imasu.
    Fujitsu membuat Smartphone.

    Sato-san wa Fujitsu de hataraite imasu.
    Sato bekerja untuk Fujitsu.

    Kata kerja bentuk –te, te imasu digunakan juga untuk menunjukkan bahwa kejadian sedang berlangsung

    Schmidt-san wa ima denwa-shite imasu.
    Schmidt sekarang sedang menelepon.

  • Kata Kerja Bentuk –nai

    Bentuk kata kerja yang digunakan dengan nai disebut kata kerja bentuk –nai.

    Untuk mengetahui perubahan bentuk kata kerja silahkan ke menu Tata Bahasa lalu pada tab Perubahan Bentuk.

  • Kata Kerja Bentuk –nai, nai de kudasai   Tolong jangan......

    Ekspresi ini digunakan untuk meminta atau menginstruksikan seseorang untuk tidak melakukan sesuatu.

    Sumimasen. Tatanai de kudasai.
    Permisi. Tolong jangan berdiri.

    Koko de shashin o toranai de kudasai.
    Tolong jangan berfoto disini.

  • Kata Kerja Bentuk –ta

    Bentuk kata kerja yang digunakan dengan ta disebut bentuk kata kerja -ta. Bentuk kata kerja dibuat dengan mengubah te dan de dari bentuk kata kerja -te menjadi ta dan da.

  • Kata Kerja Bentuk –ta + koto ga arimasu   Pernah

    Pola kalimat ini digunakan untuk menggambarkan apa yang telah dialami seseorang di masa lalu.

    Kyoto e itta koto ga arimasu.
    Saya pernah ke Kyoto

    Watashi wa mada itta koto ga arimasen.
    Saya belum pernah ke sana

  • Kata Kerja Bentuk Kamus / Dasar

    Ini adalah bentuk dasar dari kata kerja. Untuk mengetahui lebih lengkap kata kerja bentuk kamus silahkan ke menu Tata Bahasa lalu pada tab Perubahan Bentuk.

  • Kata Kerja / Kata Benda Bentuk Kamus + koto ga dekimasu   Dapatkah

    Dekimasu adalah kata kerja yang mengungkapkan kemampuan atau kemungkinan. Kata benda dan bentuk dasar kata kerja koto  sebelum  ga adalah untuk menunjukkan isi dari kemampuan atau kemungkinan.

    Pola kalimat ini digunakan untuk meyatakan kemampuan dalam melakukan sesuatu. Jika melihat kalimat ini dari segi tata bahasa, “koto” = bentuk frasa kata benda, “ga” = partikel yang menunjukkan objek untuk “deki-masu”, dan “deki-masu” = dapat, bisa.

    Ryan-san wa nihon-go o hanasu koto ga deki-masu
    Ryan bisa berbahasa Jepang
     

  • 5.KK + tari + KK + tari shimasu    KK...dan KK.....dan sebagainya

    Pola kalimat yang dipelajari di sini digunakan mewakili beberapa kegiatan di antara banyak kegiatan lainnya. Pola kalimat kalimat ini ditunjukkan pada akhir kalimat.

    Nichi-yoobi wa tenisu o shitari, eega o mitari shimasu.
    Pada hari Minggu saya bermain tenis, melihat film dan sebagainya.